cerita inspirasi 2

Nama : Syarifah Mursalina

NRP : H54100037

Laskar : 16

Dara Amalia, salah seorang sahabat yang banyak meninggalkan kesan bagi saya. Ia juga sudah saya anggap seperti kakak sendiri, walaupun umur kita sama. Ia memiliki 3 orang kakak dan 1 orang adik. Dari keluarga ini saya banyak sekali mengambil pelajaran; saling menghargai, hidup sederhana, saling terbuka, dll.

Ketika kecil kami sering menghabiskan waktu bersama, mulai dari berangkat sekolah, bermain bersama. Namun ketika sudah masuk ke Sekolah Menengah Pertama, saya pindah ke perumahan yang baru. Namun kita masih satu sekolahan, dan sebelum kepindahan saya itu, ia memberikan buku diary untuk berdua. Dan setiap pulang sekolah pada hari sabtu, pasti kita bertemu untuk memberikan buku itu. Ini berlangsung sampai saya pindah ke Jakarta saat ingin masuk SMA.

Namun sebelum kepindahan itu, ada sebuah kejadian besar di Aceh yang mengagetkan seluruh dunia yaitu Tsunami. Syukur alhamdulillah saya dan keluarga tidak ada yang terkena bencana tersebut.

Ketika dua minggu dari kejadian itu, Dara menelpon dan memberikan kabar yang sangat mengagetkan, kakak keduanya telah meninggal dunia karena terlalu banyak terminum air tsunami. Padahal kakanya itu ingin melangsungkan acara pertunangan pada bulan depan. Namun yang sangat saya banggakan darinya adalah ia tidak sama sekali menitikkan air mata ketika kepergian kakak yang sangat ia sayangi itu. Ia dapat menerima kepergian yang secara mendadak itu dengan lapang dada. Dan setelah beberapa hari kemudian, ia terlihat seperti biasa. Tidak ada sedikit pun raut kesedihan dari wajahnya.

Hari demi hari ia semakin dewasa dan sangat bijak dalam menghadapi segala rintangan kehidupan. Dan saya semakin sering bercerita dengannya tentang kehidupan saya.

Dan yang sangat di sayangkan lagi adalah ia harus kehilangan kakak cowoknya., pada tahun 2009. Namun ia hadapi semuanya dengan sabar. Banyak sekali pelajaran yang saya ambil dari sosoknya. Belajar untuk dapat menerima semuanya dengan sabar dan tanpa terbebani.

Comments

cerita inspirasi 1

Nama : Syarifah Mursalina

NRP : H54100037

Laskar : 16

Selayaknya anak kecil biasa, kalau melakukan sesuatu yang sempurna pasti di beri imbalan oleh kedua orang tuanya. Berawal dari ajakan melakukan sholat seperti biasa. Namun, saya masih sering meninggalkannya. Karena saya pernah mendengar, kalau anak seumuran saya ( 5 tahun ) belum di wajibkan untuk melaksanakan sholat. Jadi saya merasa hal itu bukanlah sesatu yang wajib.

Namun, setelah saya melihat kakak pertama saya yang selalu melaksanakan sholat 5 waktu. Timbul juga rasa untuk ingin melaksanakan hal yang serupa dengannya. Di mulai detik itu, setiap kali kakak saya ingin melakukan itu, saya selalu mengikutinya dari belakang.

Sampai suatu ketika ayah saya akan berangkat ke tanah suci, dan sebelum kepergian itu ia berpesan kepada saya, jika saya bisa melaksanakan sholat secara sempurna setiap harinya, ia akan memberikan sesuatu yang sangat saya impikan.

Namun rasa jenuh untuk melaksanakan sholat mulai sering datang, dan saya akhirnya sering sekali tidak melaksanakan sholat. Walaupun semua kakak saya menyuruh untuk melaksanakannya. Namun tetap tidak saya hiraukan. Itu berlangsung sangatlah lama.

Tapi hidayah yang kesekian kalilah, yang akhirnya dapat menuntun saya untuk melakukan sholat secara terus menerus. Ada kesenangan tersendiri ketika selesai melakukan sholat. Dan sedikit demi sedikit saya mulai banyak bertanya tentang keagamaan oleh kakak saya. Saya mulai diajarkan olehnya belajar mengaji, berwudhu, tata cara sholat yang benar, dan lain sebagainya.

Detik – detik menjelang kepulangan orang tua saya ke rumah, saya sangat bahagia. Ingin memberikan berita yang pasti akan membawakan kegembiraan yang sangat untuk saya, karena saya akan di berikan sesuatu yang sangat saya impikan.

Akhirnya hari itu tiba juga, orang tua saya sampai di rumah pada siang hari, dan saya langsung menceritakan kejadian itu dari awal. Dan dengan wajah yang sumringah saya menerima hadiah yang telah di belikan oleh orang tua saya.

Kejadian ini yang sampai sekarang masih saya ingat, dan berawal dari cerita ini saya berjanji tidak akan pernah melalaikan waktu sholat.

Comments

Cerita inspirasi 2

Nama   : Irmadiani Nuur

Nrp      : C14100094

Laskar : 17

Seorang Guru Fisika

Setelah lulus sma saya langsung menginspirasi pada salah seorang guru yang mengajarkan fisika di waktu kelas XII. Beliau adalah guru fisika yang bernama Ade hidayat. Beliau juga lulusan dari D3 IPB jurusan perikanan. Beliau merupakan guru kebanggan murid-muridnya di waktu kelas XII. Semua murid-murid senang dengan sikap beliau dan dalam beliau mengajar.

Beliau itu kalau mengajar pelajaran dalam kelas sangat tegas seperti seorang dosen. Tetapi saat di luar pelajaran beliau selalu bercanda-canda. Walaupun dalam perkataan beliau itu selalu pedas tapi kata-kata itu selalu ada di hati kita dan selalu teringat di telinga kita. Karena kata-kata beliau itu benar-benar selalu terjadi dan apa adanya.

Beliau pernah bercerita tentang diri beliau kalau beliau itu dulu seperti kita terutamanya dalam pelajaran fisika. Dalam pelajaran fisika beliau seringkali dimarahi oleh gurunya dan selalu diperintahakan untuk mengerjakannya di depan. Beliau pernah dimarahi oleh gurunya karena kalau dalam mengerjakan fisika itu kita jangan menggunakan kalkulator tetapi kita harus menggerjakannnya dengan secara manual karena kalau kita menggunakan secara kalkulator nanti dalam ujian pasti kita akan susah. Walaupun kata beliau peljaran fisika itu susah tetapi kita harus berusaha terus-menerus dan nanti akhirnya kita juga akan bisa.

Setelah beliau menceritakan tentang dirinya dalam pelajaran yang pertama yang dia tidak sukai akhirnya beliau mengajar juga dalam pelajaran itu. Dan akhirnya beliau suka sekali dalam pelajaran itu dan mengajar dalam pelajaran fisika ini.

Makanya saya menginspirasi beliau karena telah menginspirasi saya bahwa kita harus selalu semangat, jangan mudah putus asa, dan memperjuangan apa yang kita inginkan dan baik untuk diri kita dan siapa pun.

Comments

cerita inspirasi 1

Nama   : Irmadiani Nuur

Nrp      : C14100094

Laskar : 17

Pengalaman lomba karya ilmiah

Pada waktu Saya duduk di bangku sma. Saya pernah mengikuti lomba karya ilmiah remaja(kir). Pertama kali Saya mengikuti lomba ini Saya ragu dan bimbang, dan akhirnya saya memikirkannya terlebih dahulu untuk mengikuti lomba karya ilmiah ini. Soalnya dalam mengikuti lomba karya ini akan banyak membuat waktu belajar di kelas akan berkurang. Jadi Saya harus memikirkannya dengan matang-matang dan membicarakannya dahulu kepada  kedua orang tua.

Setelah beberapa hari Saya memikirkannya dengan matang. Saya mengikuti lomba karya ilmiah ini. Lomba karya ilmiah ini harus membuat satu tim dan dalam satu tim tersebut terdiri dari tiga orang. Setelah membuat satu tim kami diberi tema dalam membuat karya ilmiah ini. Sesudah itu kami pun membuat startegi agar dalam membuat percobaan ini kami lancar dan selesai tempat  pada waktunya.

Pertama-tama kami mencari literaturnya dan memikirkannya percobaan apa yang akan kita buat. Kemudian setelah itu kami mencari bahan yang akan dibuat. Setlelah itu kami membuat laporanya dengan mencari-cari buku di perpustakan dan kami pun membuat power pointnya untuk di persentasikannya di dalam lomba karya ilmiah ini. Dalam menghadapi percobaan ini kami pernah berputus asa dan tak sanggup dalam mengikuti lomba ini. Karena banyak orang yang membuat kita down dalam perkataannya. Tetapi kami selalu di beri semangat oleh guru kita agar kita harus berjuang dan jangan putus asa.

Setelah percobaan kita buat selesai juga dengan tepat waktu, dan perlombaannya juga dimulai. Kami pertama kali datang ke tempat lomba karya ilmiah ini nerves dan deg-degan tapi kami harus tetap semangat dan santai dalam menghadapi sesuatunya. Kami pun baru pertama kali mengikuti lomba ini kami pun langsung di tanya-tanya oleh para dosen yang menegakan tapi kami tetap tenang dan berdoa agr semuanya lancar.  Setelah perlombaan karya ilmiah ini selesai Saya dan teman-teman mendengarkan pengumumannya dan akhirnya kami tidak masuk dalam tiga besar. Walaupun kami tidak masuk tiga besar tapi kami bangga karena kami masuk dalam sepuluh besar.

Akhirnya setelah mengikuti perlomabaan ini banyak yang menginspirasi saya yang dialami oleh dan teman-teman. Kalau kita harus tetap semangat, tidak boleh putus asa, dan berjuang sebisa kita. Nantinya kita akan mendapatkan kebahagian. Selalu juga kita berdoa agar kita di beri kemudahan.

Comments